Didik Wicaksono. “Didik” yang bisa berarti “Pendidik” atau “Mendidik”, “Wicaksono” yang berarti “Bijaksana”. Menjadi seorang “Pendidik yang mendidik secara bijaksana” adalah salah satu alasan mengapa orang tua saya memberikan nama tersebut. Anak dari seorang Wiraswasta dan PNS dengan seorang kakak laki-laki. Lahir dan tinggal selama 17 tahun di Mataram, kota IBADAH (Indah, Bersih, Aman, Damai, dan Harmonis). Saat ini bekerja di sebuah media massa nasional sebagai seorang desainer.
Menjadi seorang desainer (khususnya website dan animasi) bukanlah pilihan utama. Awalnya saya menempuh pendidikan akuntansi di sebuah universitas di Cikarang, Jawa Barat, bernama President University. Tetapi seiring kehidupan perkuliahan yang “serba santai”, akhirnya timbul minat untuk mencoba sesuatu yang baru.
Pertama kali memiliki “komputer pribadi” sewaktu tahun pertama kuliah di President University. Dan tak lama setelah itu adalah kali pertama saya meng-install operating system sendiri (dasar komputer oprekan glodok). Hingga dua bulan kemudian, tercatat lebih dari 50 jenis software (yang keabsahannya masih diragukan) telah terpasang. Dari situlah saya memulai usaha “mengutak-utik” software dan akhirnya menyentuh dunia internet.
Mulai dari desain logo, banner, icon, hingga halaman website secara keseluruhan menjadi bagian dari portfolio saya sebagai seorang desainer dadakan, alias “freelance”. Akhirnya, setelah lulus dari President University pun saya masih menjadi seorang desainer.

Cuap-cuap terbaru