Pengalaman pertama memperoleh pekerjaan dengan bayaran tetap menciptakan pola belanja baru bagi saya. Setiap minggu sebelum ke kos-kosan mampir sejenak ke sebuah Mal Ibukota untuk mencari DVD film bajakan dengan bermodalkan Rp 50.000. Dengan duit segitu bisa dapat kurang lebih 7 DVD, dengan perhitungan Rp 7.000 per keping nya. Awalnya saya kira penawaran tersebut sudah cukup menguntungkan (7 DVD dengan Rp 50.000), tapi setelah sedikit selidik-menyelidik lewat sebuah forum, ternyata penawaran segitu masih terbilang cukup mahal.
Jika seseorang mempunyai PC atau Laptop, maka otomatis orang tersebut memiliki opsi untuk tidak memiliki barang-barang semacam DVD Player dan Televisi. Karena keduanya bisa tergantikan dengan memasang DVD ROM dan TV Tuner. Saya tidak perlu memiliki DVD yang berharga Rp 7.000 tetapi hanya mampu memainkan 3-4 episode saja apabila saya membeli DVD seharga Rp 9.000 yang terdiri dari 12 episode! Tentu saja saya lebih memilih jenis DVD yang kedua, hanya saja, DVD tersebut tidak bisa dijalankan menggunakan DVD Player biasa. Format file yang berbeda membuat sebuah DVD mampu menampung file lebih banyak dengan ukuran yang lebih kecil.
DVD seharga Rp 9.000 tersebut hanya bisa didapatkan melalui pemesanan via internet. Karena pemesanan dilakukan lewat internet, maka saya tidak perlu beranjak dari kos-kosan menuju toko DVD lagi. Saya hanya perlu membayar ongkos kirim yang notabene hampir sebanding dengan ongkos transportasi saya menuju toko DVD. Lebih hemat BBM dan nggak capek :D . Dengan semakin mudahnya metode bertransaksi, saya bisa men-transfer uang ke rekening penjual DVD tersebut dan menunggu kiriman DVD dalam jangka waktu singkat. Semakin mudah, praktis, dan malas :D.
Tidak hanya DVD saja, berbagai piranti elektronik seperti HP, MP3 Player, Hard Disk, Kamera Digital, dan lain-lainnya sudah menggunakan sistem penjualan dengan pemesanan melalui internet. Saya juga baru tahu bahwa rekan sekantor saya menjual baju-baju anak dengan motif-motif pesanan melalui situs multiply. Semakin banyak orang berjualan dengan media internet, sebuah pasar tambahan bagi saya sebagai desainer :D.
Jika disimpulkan maka pola belanja DVD saya adalah:
- Ngecek review film dari situs-situs film (Yahoo! Movies, IMDB, Rotten Tomatoes, dll)
- Ngecek list film terbaru via PM (Personal Message seperti Yahoo! Messenger) penjualnya
- Nge-list film-film yang akan dibeli
- Dapet list berikut harga total + ongkos kirim dari penjualnya
- Transfer via e-Banking
- Konfirmasi transfer dengan penjualnya
- Tunggu paket datang
- Kembali lagi ke nomor 1 :D
Begitulah bagaimana pola berbelanja berubah total karena Internet.

Kayaknya lebi murah lagi kalo langganan internet, terus kita donlot pelem sepuasnya :P
Percaya ama gw, Bro: di Indo ga bisa kaya gitu :) (melirik ISP-ISP yang sucks…)